Selasa, 17 Maret 2009

PERUBAHAN PSIKOLOGI IBU HAMIL

Sumber Pustaka :
1. Seller, P.Mc, Midwifery Vol 1, 1st edition, Juta & Co Ltd, Cape Town (hal.133-139)
2. Linda V. Walsh, Midwifery, Community-Based Care During The Childbearing Year, W.B. Saunders Company, Philadelphia, 2001 (hal. 173-180)
3. Pusdiknakes, WHO, JHPIEGO, Panduan Pengajaran Asuhan Kebidanan Fisiologis Bagi Dosen Diploma III Kebidanan, Buku 2 : Asuhan Antenatal, Pusdiknakes, WHO, JHPIEGO, Jakarta, 2003 (hal. 27-33)
4. Helen Varney, Varney’s Midwifery 3rd edition, Jones and Bartlett Publisher, Boston, 1997 (hal. 235-237)
5. Ruth K. Westheimer, Mengkreasi Kehamilan dan Menjaga Kasih Sayang bersama Dr. Ruth, PT Raja Grafindo Persada, Jakarta, 2002 (hal.103-128)



A. PENDAHULUAN
Kehamilan dianggap sebagai waktu krisis yang diakhiri dengan kelahiran bayi. Selama kehamilan kebanyakan ibu mengalami perubahan psikologis dan emosional. Perubahan psikologis dan emosional ini tampaknya berhubungan dengan perubahan biologis yang dialami ibu selama kehamilan. Emosi ibu hamil cenderung labil. Reaksi yang ditunjukkan terhadap kehamilan dapat saja berlebihan dan mudah berubah-ubah.
Ibu hamil sangatlah sensitif dan rapuh. Banyak ketakutan yang muncul akan bahaya yang mungkin saja terjadi pada diri ibu maupun janinnya. Ketakutan yang tidak mendasar ini mungkin disebabkan oleh perubahan yang terjadi pada tubuhnya tampaknya tidak bisa ia kendalikan dan proses hidupnya berubah dan tidak dapat dikembalikan lagi. Inilah saat ibu hamil memerlukan saran, dorongan, pengarahan dan bantuan dari orang-orang sekitarnya.
Oleh karena perubahan psikologis secara spesifik dapat diduga berdasarkan perubahan biologis selama kehamilan. Perubahan psikologis ini dapat dibagi berdasarkan trimester kehamilan. Sebagai seorang bidan, dengan menyadari adanya perubahan-perubahan tersebut pada ibu hamil dapat memberikan dukungan dan memperlihatkan keprihatinan, kekhawatiran, ketakutan dan pertanyaan-pertanyaannya.


B. ISI
Bagi kebanyakan wanita, saat trimester kedua adalah saat yang paling nyaman. Ibu akan merasa lebih baik karena gejala-gejala pada trimester pertama seperti rasa lelah, nausea, dan bahkan pusing-pusing akan hilang, tetapi ibu belum merasakan kekhawatiran persalinan yang akan dirasakan pada trimester ketiga. Dengan demikian, ibu akan merasa nyaman dan tenteram yang akan menenangkan ibu dan pasangannya.
Pada trimester kedua, tubuh ibu sudah terbiasa dengan kadar hormon yang lebih tinggi dan rasa tidak nyaman karena hamil sudah berkurang. Ibu sudah menerima kehamilannya dan mulai dapat menggunakan energi dan pikirannya secara lebih konstruktif. Para trimester ini pula ibu dapat merasakan gerakan janinnya, dan ibu mulai merasakan kehadiran bayinya sebagai seseorang di luar dirinya sendiri. Banyak ibu yang merasakan terlepas dari rasa kecemasan dan rasa tidak nyaman seperti yang dirasakannya pada trimester pertama dan merasakan meningkatnya libido.



1. Pembagian Perubahan Psikologis pada Trimester II
Trimester kedua dapat dibagi menjadi dua fase; prequickeckening (sebelum adanya pergerakan janin yang dirasakan ibu) dan postquickening (setelah adanya pergerakan janin yang dirasakan oleh ibu), yang dapat dilihat pada penjelasan berikut :

a. Fase Prequickening
Selama akhir trimester pertama dan masa preqiuckening pada trimester kedua, ibu hamil mengevaluasi lagi hubungannya dan segala aspek di dalammya dengan ibunya yang telah terjadi selama ini. Ibu menganalisa dan mengevaluasi kembali segala hubungan interpersonal yang telah terjadi dan akan menjadi basis/dasar bagaimana ia mengembangkan hubungan dengan anak yang akan dilahirkannya. Ia akan menerima segala nilai dengan rasa hormat yang telah diberikan ibunya, namun bila ia menemukan adanya sikap yang negatif, maka ia akan menolaknya. Perasaan menolak terhadap sikap negatif ibunya akan menyebabkan rasa bersalah pada dirinya. Kecuali bila ibu hamil menyadari bahwa hal tersebut normal karena ia sedang mengembangkan identitas keibuannya.
Proses yang terjadi dalam masa pengevaluasian kembali ini adalah perubahan identitas dari penerima kasih sayang (dari ibunya) menjadi pemberi kasih sayang (persiapan menjadi seorang ibu). Transisi ini memberikan pengertian yang jelas bagi ibu hamil untuk mempersiapkan dirinya sebagai ibu yang memberikan kasih sayang kepada anak yang akan dilahirkannya.

b. Fase Postquickening
Setelah ibu hamil merasakan quickening, identitas keibuan yang jelas akan muncul. Ibu hamil akan fokus pada kehamilannya dan persiapan menghadapi peran baru sebagai seorang ibu. Perubahan ini bisa menyebabkan kesedihan meninggalkan peran lamanya sebelum kehamilan, terutama pada ibu yang mengalami hamil pertama kali dan wanita karir. Ibu harus diberikan pengertian bahwa ia tidak harus membuang segala peran yang ia terima sebelum kehamilannya. Pada wanita multigravida, peran baru artinya bagaimana ia menjelaskan hubungan dengan anaknya yang lain dan bagaimana bila nanti ia harus meninggalkan rumahnya untuk sementara pada proses persalinan.
Pergerakan bayi yang dirasakan membantu ibu membangun konsep bahwa bayinya adalah individu yang terpisah dari dirinya. Hal ini menyebabkan perubahan fokus pada bayinya. Pada saat ini, jenis kelamin bayi tidak begitu dipikirkan karena perhatian utama adalah kesejahteraan janin (kecuali beberapa suku yang menganut sistem patrilineal/matrilineal).
2. Menjaga Agar Ikatan Tetap Kuat
Ketika kehamilan telah terlihat, ibu dan pasangannya harus lebih sensitif terhadap pengaruh kondisi ini pada mereka berdua. Ibu hamil sering merasa takut jika pasangannya mendapati dirinya tidak menarik atau gendut, tapi masalah yang muncul lebih rumit lagi. Komunikasi adalah kunci untuk menghadapi masalah ini. Tetap cara ini dapat digunakan bila ibu dan pasangannya tetap terbuka dan memulainya sedini dan sesering mungkin. Bila salah satu tidak membicarakan latar belakang masalah yang dirasakan, atau setelah berdiskusi justru merasa depresi, saat itulah diperlukan penasihat kehamilan dan orang sekitarnya yang dapat menolong ibu dan pasangannya.

3. Menjaga Kehamilan yang Sehat
Ibu hamil mungkin merasa lebih baik pada trimester kedua, tapi bukan berarti bagian luar yang berubah, bagian dalam tubuh pun mengalami perubahan sebagai respon terhadap kehamilan yang terus berkembang. Beberapa perubahan dapat saja terasa mengganggu, namun ada juga perubahan yang terasa menyenangkan bagi ibu hamil. Perubahan yang menyebabkan ketidaknyamanan adalah keadaan yang normal bagi ibu hamil dan ibu harus diberikan pengertian terhadap kondisi tersebut sehingga ia lebih merasa nyaman lagi. Beberapa perubahan yang menyenangkan seperti rasa mual berkurang dibandingkan yang dialami selama trimester kedua, energi bertambah dan peningkatan libido.


4. Reaksi Orang-Orang di Sekitar Ibu Hamil
Tampaknya sang suami juga mengalami perubahan psikologis seiring perubahan uyang dialami istrinya yang hamil. Pada suatu studi dilaporkan sang suami juga merasakan perubahan nafsu makan, perubahan berat badan, rasa sakit kepala hingga kecemasan dan ketakutan dirasakan oleh suami yang istrinya sedang hamil. Saat ini suami lebih aktif ikut menangani dalam kehamilan istrinya dan turut merasakan tanggung jawab akan kelahiran bayinya.
Apabila di dalam keluarga terdapat anak sebelumnya, ia akan merasa bingung akan perubahan yang dialami ibunya. Anak perlu diberikan pengertian secara sederhana tentang perubahan yang terjadi dan hal yang akan dihadapi sehubungan dengan kehamilan. Ibu dari wanita hamil tampaknya adalah orang yang sering mengambil peran yang cukup besar selama kehamilan. Ibu hamil tampaknya merasa tergantung akan bantuan dari ibunya dalam menghadapi kehamilan dan persiapan penerimaan bayi yang akan dilahirkan.

5. Berhubungan Seks
Ada satu lagi perubahan yang terjadi pada trimestre kedua yang harus diimbangi untuk mengatasi ketidaknyamanan: suatu peningkatan libido yang pada trimestre pertama dihilangkan oleh rasa mual dan lelah. Kebanyakan calon orang tua khawatir jika habungan seks dapat mempengaruhi kehamilan. kekhawatiran yang paling sering diajukan adalah kemungkinan bayi diciderai oleh penis, orgasme ibunya, atau ejakulasi.
Ibu hamil dan pasangannya perlu dijelaskna bahwa tidak ada yang perlu dikhawatirkan dalam hubungan seks. Janin tidak akan terpengaruh karena berada di belakan serviks dan dilindungi cairan amniotik dalam uterus. Namun dalam beberapa kondisi hubungan seks selama trimester kedua tidak diperbolehkan, mencakup plasenta previa dan ibu dengan riwayat persalinan prematur.
Selain itu meknisme fisik untuk saling merapat dalam hubungan seksual akan menjadi sulit dan kurang nyaman, misalnya berbaring terlentang dan menahan berat badan suami. Namun dengan mengkreasi posisi yang menyenangkan maka masalah ini dapat diatasi.
Walaupun sebagian ibu hamil merasaka seks selama hamil terasa meningkat, tidak semua libido wanita meroket tinggi pada trimester kedua. Perubahan tingkat libido disebabkan variasi perubahan hormon selama hamil. Karena respon terhadap hormon berbeda, reaksi masing-masing ibu hamil pun berbeda.

C. PENUTUP
Trimester kedua kehamilan biasanya merupakan saat yang paling nyaman dan masa peningkatan pengalaman yang menggembirakan selama hamil. Periode ini juga berhubungan dengan bagaimana ibu hamil mempersiapkan bagaimana kehidupan yang akan dialaminya setelah bayi lahir. Segala sesuatu mungkin terjadi pada trimester kedua, dan ibu hamil sangat membutuhkan bantuan dan dorongan untuk melewatinya dengan menyenangkan dan sehat bagi dirinya dan bayi yang dikandungnya.
D. SOAL LATIHAN
STUDI KASUS :
Seorang ibu datang ke klinik untuk memeriksakan kehamilannya. Dalam anamnesis anda memperhatikan ibu bergembira dan aktif berbicara. Ia mengatakan bahwa rasa mual di pagi hari dan rasa lelah dapat diatasi, dan ia sudah merasakan gerakan bayi untuk pertama kali. Ia menanyakan apa yang dapat ia lakukan agar bayinya tumbuh sehat.
1. Berada pada trimester ke berapa kehamilan ibu ini?
2. Bagaimana anda menjelaskan keadaan psikologis ibu ini?
3. Apa penyebab keadaan psikologis ibu ini secara fisik?
4. Apa yang anda dapat jelaskan kepada ibu tentang keadaan psikologisnya?
5. Apa yang anda sarankan agar ibu dapat mengatasi keadaan kehamilannya pada saat ini?

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar